Menjelang Lebaran, tradisi mudik menjadi momen yang dinanti banyak orang. Dengan jutaan orang berencana untuk kembali ke kampung halaman, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempersiapkan berbagai langkah untuk mendukung pergerakan ini. Pada tahun 2026, Kemenhub memperkirakan lebih dari 10 juta pemudik lebaran akan menggunakan angkutan umum untuk perjalanan mereka, menunjukkan betapa penting dan vitalnya sektor transportasi dalam mendukung tradisi ini.
Data Pergerakan Pemudik Lebaran 2026
Kementerian Perhubungan melaporkan bahwa sejak H-8 hingga H-1 Lebaran 1447 Hijriah, terdapat 10.003.583 orang yang telah melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan angkutan umum. Data ini diambil dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2026, mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif mencapai 10.003.583 orang, meningkat sebesar 9,23 persen dibandingkan dengan angka tahun lalu, yakni 9.158.315 orang,” jelas Ernita Titis Dewi, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memilih angkutan umum sebagai moda transportasi saat mudik.
Distribusi Pemudik Berdasarkan Moda Transportasi
Statistik menunjukkan variasi jumlah pemudik lebaran berdasarkan moda transportasi yang digunakan. Berikut adalah rincian kumulatif berdasarkan jenis angkutan:
- Kereta Api: 2.981.945 orang, naik 13,22 persen dari tahun sebelumnya.
- Angkutan Udara: 2.190.282 orang, meningkat 3,05 persen dibandingkan tahun lalu.
- Penyeberangan: 2.482.303 orang, naik 14,78 persen dari tahun sebelumnya.
- Angkutan Darat: 1.587.060 orang, yang meningkat 9,18 persen dari tahun lalu.
- Angkutan Laut: 761.993 orang.
Data ini menunjukkan bahwa kereta api dan penyeberangan menjadi pilihan utama bagi banyak pemudik, mencerminkan preferensi masyarakat yang beralih ke moda transportasi yang lebih efisien dan nyaman.
Arus Kendaraan di Jalur Tol dan Arteri
Selain memantau pergerakan penumpang, Kemenhub juga memperhatikan arus kendaraan di sejumlah simpul transportasi. Pada H-1, kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Jakarta tercatat mencapai 117.016 unit, sementara kendaraan yang masuk mencapai 66.210 unit. Total pergerakan kendaraan di Gerbang Tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit, dan di Gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 236.758 unit.
Di ruas arteri, jumlah kendaraan yang keluar dari Jabodetabek mencapai 474.454 unit, dengan yang masuk sebanyak 360.479 unit. Sementara itu, pergerakan kendaraan di ruas arteri Non-Jabodetabek tercatat mencapai 491.901 unit. Hal ini menunjukkan betapa padatnya arus lalu lintas selama periode mudik lebaran, yang menuntut perhatian khusus dari pihak berwenang.
Penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang Terkoordinasi
Pelaksanaan angkutan lebaran tahun ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 59 Tahun 2026, yang menetapkan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu. Pengelolaan operasional angkutan umum di seluruh Indonesia terus dipantau secara terpadu untuk memastikan semua berjalan lancar dan aman.
Berdasarkan data harian, pada H-1 (20 Maret 2026), total keberangkatan penumpang angkutan umum mencapai 915.635 orang. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Kereta Api: 302.823 orang (178.006 penumpang antarkota dan 124.817 penumpang perkotaan regional).
- Angkutan Udara: 207.261 orang (161.598 penumpang domestik dan 45.663 penumpang internasional).
- Angkutan Laut: 54.693 orang.
- Penyeberangan: 189.804 orang.
- Angkutan Darat: 161.054 orang (145.340 penumpang bus dan 15.714 penumpang travel).
Statistik ini menunjukkan bahwa kereta api dan angkutan udara menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik mereka.
Kinerja Ketepatan Waktu Angkutan Umum
Kementerian Perhubungan juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum pada H-1, yang menunjukkan tingkat efisiensi masing-masing moda transportasi. Berikut adalah persentase ketepatan waktu untuk beberapa kategori:
- Kereta Api Antarkota: 98,20 persen.
- Kereta Api Regional: 98,90 persen.
- Angkutan Udara Domestik: 85,79 persen.
- Angkutan Udara Internasional: 70,24 persen.
- Angkutan Laut: 95,70 persen.
- Penyeberangan: 63,19 persen.
- Angkutan Darat: 72,49 persen.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan dalam pengelolaan angkutan, banyak moda transportasi yang berhasil mempertahankan tingkat ketepatan waktu yang tinggi, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik lebaran.
Keamanan dan Keselamatan Selama Angkutan Lebaran
Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk memastikan bahwa penyelenggaraan angkutan lebaran dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kelancaran. Ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan pemantauan intensif di seluruh simpul transportasi. Kemenhub berusaha keras untuk meminimalisir potensi risiko dan memastikan semua pemudik lebaran dapat melakukan perjalanan dengan tenang.
Ernita Titis Dewi juga mengingatkan masyarakat untuk mulai merencanakan perjalanan arus balik mereka, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 24 Maret 2026 (H+3). Dengan perencanaan yang baik, diharapkan arus balik dapat berjalan lebih lancar dan terhindar dari kemacetan yang parah.
Dengan meningkatnya jumlah pemudik lebaran yang menggunakan angkutan umum, Kemenhub terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam merayakan Lebaran, sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan.
