KSOP Batam Kerahkan Kapal Negara SAROTAMA untuk Layani 150 Pemudik Tanpa Tiket

Dalam upaya mengatasi lonjakan arus mudik menjelang Lebaran 1447 H/2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam mengambil langkah cepat dan strategis. Berita baik ini memberikan harapan bagi pemudik yang sebelumnya tidak berhasil mendapatkan tiket untuk perjalanan mereka.
Pemberangkatan Kapal Negara KN SAROTAMA P112
Sebanyak 150 pemudik yang tidak mendapatkan tiket akhirnya dapat diberangkatkan menuju Kuala Tungkal, Jambi, menggunakan Kapal Negara KN SAROTAMA P112. Kapal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin mudik tetapi terhalang oleh keterbatasan armada.
Pemberangkatan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026, tepat pukul 00.00 WIB dari Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam. Kapal ini dimiliki oleh Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban dan dialokasikan untuk mendukung kelancaran transportasi laut selama periode Lebaran.
Langkah Responsif dari KSOP Khusus Batam
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menyampaikan bahwa tindakan ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah kurangnya armada kapal yang menyebabkan banyak calon penumpang tidak dapat membeli tiket. “Penumpang ini sebelumnya tidak mendapatkan tiket karena kehabisan. Kami kemudian berkolaborasi dengan seluruh instansi terkait untuk menyiapkan dua kapal, yakni satu kapal RoRo dan satu Kapal Negara guna mengangkut para pemudik,” ujarnya.
Inisiatif ini adalah bentuk respons cepat dari pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman, serta mengurangi kepadatan penumpang di pelabuhan. Keberadaan kapal negara ini diharapkan dapat menjaga kelancaran layanan transportasi laut.
Koordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry
Selain mengoperasikan KN SAROTAMA P112, KSOP Khusus Batam juga menjalin kerjasama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Regional 1 untuk menyiapkan kapal tambahan, yaitu KMP Tanjung Burang. Kapal ini telah diberangkatkan lebih dahulu pada 18 Maret 2026 pukul 18.30 WIB melalui Terminal Penyeberangan RoRo Telaga Punggur.
Program ini disambut positif oleh masyarakat. Tercatat, sebanyak 313 penumpang dan 27 unit kendaraan telah diberangkatkan menuju Kuala Tungkal menggunakan kapal tambahan tersebut. Antusiasme masyarakat menunjukkan betapa pentingnya layanan ini dalam mendukung mobilitas selama Lebaran.
Skema Perbantuan untuk Arus Balik
Tidak hanya untuk arus mudik, skema perbantuan kapal juga akan diterapkan pada arus balik. “Untuk arus balik nanti juga akan dilakukan hal yang sama. KN Sarotama dijadwalkan berangkat dari Kuala Tungkal menuju Batam pada tanggal 26 Maret,” tambah Takwim, menekankan komitmen pemerintah untuk menjaga kelancaran transportasi laut.
Program Mudik Gratis di Wilayah Batam
Pemberangkatan KN SAROTAMA P112 juga merupakan bagian dari program mudik gratis di wilayah pelabuhan Batam. Secara simbolis, pemberangkatan ini dilakukan oleh Kapolda Kepulauan Riau, Irjen. Pol. Asep Safruddin, S.I.K, M.H, di Terminal Penumpang Domestik Telaga Punggur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberangkatkan ratusan pemudik dalam Program Mudik Gratis Presisi Tahun 2026.
Pelaksanaan mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi antara berbagai instansi dan pemangku kepentingan. Beberapa di antaranya adalah Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, KSOP Khusus Batam, Dinas Perhubungan Kepri, BPTD Kelas II Kepri, PT Jasa Raharja, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Regional 1.
Tujuan Utama Program Mudik Gratis
Program mudik gratis dan penambahan armada kapal ini adalah bagian dari upaya KSOP Khusus Batam dan semua pemangku kepentingan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 berlangsung dengan aman, lancar, dan nyaman. Inisiatif ini juga menekankan pentingnya keselamatan dalam perjalanan, dengan slogan “Nyaman Bersama, Bersama Raih Kemenangan Jaga Keselamatan.”
Dengan adanya Kapal Negara SAROTAMA, diharapkan pemudik dapat menjalani perjalanan mereka dengan lebih tenang dan terjamin, serta dapat mengurangi stres yang sering muncul akibat kesulitan dalam mendapatkan tiket. Keberadaan kapal ini adalah cerminan dari komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat dengan lebih baik, terutama pada saat-saat penting seperti Lebaran.